Mesin Electronic Fuel Injection

2
SHARES

Mesin Electronic Fuel Injection – Pada saat ini, banyak sekali mobil, dan kendaraan bermotor yang menggunakan mesin injection. Hal ini di karenakan semakin canggihnya teknologi dalam berproduksi. Seiring dengan kemajuan teknologi dan tuntutan global yang mensyaratkan baik aspek pemenuhan pengguna teknologi maupun aspek dampak lingkungannya, sehingga rancang bangun kendaraan modern dengan advance technology memiliki kelebihan dan keunggulan yang mampu meningkatkan unjuk kerja, efisiensi penggunaan bahan bakar, penanggulangan dampak lingkungan, keamanan dan kenyamanan. kendaraan dengan fasilitas kontrol electronic dibandingkan dengan kendaraan konfensional memiliki perbedaan pada piranti elektroniknya tang pada dasarnya memiliki beberapa komponen, yaitu sensor, Electronic Control Unit(ECU), dan Unit actuator.

Sensor berfungsi untuk mengirimkan sinyal atau data ke ECU, ECU berfungsi untuk mengolah data yang di kirimkan oleh sensor dan mengirimkannya kembali berupa perintah ke actuator. Aktuator berfungsi sebagai pengeksekusi suatu perintah dari ECU. Kinerja sistem ini saat ini dikembangkan di dunia otomotif baik mobil atau roda dua guna efisiensi bahan bakar.

Ilustrasi Gambar Mesin Electronic Fuel Injection

Ilustrasi Gambar Mesin Electronic Fuel Injection

Sistem injeksi yang banyak digunakan sekarang merupakan masa transisi ke yang terbaru. Pada sebagian besar mesin mobil sekarang,  injektornya  berada di mulut masuk ruang bakar mesin atau dekat dengan katup isap. Alhasil, setiap silinder menggunakan satu injektor. Karena itu pula produsen menyebut sistem injeksi dengan multipoint injection (MPI). Sebelumnya 1980-an), juga ada yang disebut Throttle Body Injection, injektor yang digunakan satu dan dipasang di tempat yang biasanya dihuni oleh karburator.

Injeksi terbaru adalah GDI, gasoline direct injection. Sistem ini juga sudah digunakan pada beberapa merek tertentu di Indonesia yang dimasukkan secara CBU. Pada GDI, nosel injektor berada di dalam ruang bakar. Dengan cara ini bahan bakar langsung disemprotkan ke ruang bakar. Metode ini sama dengan yang digunakan pada mesin diesel  masa kini (direct injection). Dengan sistem injeksi, kerja mesin jauh lebih efisien karena tidak banyak menggunakan komponen mekanis untuk mengontrol kerja mesin, dan pasokan bahan bakar. perawatan juga lebih gampang ! Namun untuk menangani perawatan dan gangguan, di butuhkan mekanik dan kemampuan berpikir lebih baik. Pasalnya komputer yang di gunakan mengatur kerja sistem injeksi, dan juga sistem pengapian, punya kaitan atau tali-temali dengan komponen dan bagian lain dari mesin.

Saya akan menjelaskan berbagai macam sistem beserta fungsinya.

1. Engine Control Temperature (ECT)/ Sensor Temperatur Air Mesin dan Intake Air   Temperatur (IAT)/Temperatur Udara Masuk.

ECT berfungsi untuk mendeteksi suhu air pendingin pada mesin. IAT berfungsi untuk mendeteksi suhu udara yang masuk.

Cara Kerjanya:

Sensor yang dihubungkan seri dengan tahanan dan diberi tegangan 5 V. Bila tegangan pada sensor berubah (karena temperature), maka tegangan yang ke ECU juga berubah. Tegangan kerja adalah 4,5 s/d 0,2 Volt, dari dingin ke panas.

2. Throttle Position Sensor (TPS)

TPS berfungsi untuk mengetahui derajat pembukaan katup gas dan mengontrol jumlah udara yang masuk. Sensor ini terbuat dari bahan Karbon arang. Range kerjanya adalah dalam % pembukaan katup gas (0 % = 0,5 Volt —– 100 % = 4,7 Volt). Cara kerjanya: Tegangan 5 Volt dari ECU sebagai sumber, bila katup gas dibuka akan membuat perbandingan tegangan yang berasal dari perbandingan tahanan, sehingga mengeluarkan sinyal tegangan 0,5 s/d 4,7 Volt.

3. Air Flow Meter (Sensor Udara Masuk)

Air flow meter berfungsi untuk mendeteksi jumlah udara yang masuk, dan ini dipakai pada system injeksi jenis L-EFI.

Jenis-jenis Air Flow Meter:

a. Sensor Flap (impact pressure) Air Flow Sensor LMM

Jenis ini terbuat dari tahanan geser (karbon arang). Cara kerjanya: pedal ditekan untuk membuka katup gas. Udara diisap oleh pengukur jumlah udara. Pengukur aliran udara memberikan informasi utama secara elektris ke unit pengontrol elektronika.

b. Sensor Massa Udara (Kawat dan Film Panas)

Jenis ini terbuat dari bahan kawat panas (platinum), Thermister, Metallic Film. Prinsip kerjanya: kawat panas dijaga pada temperature tetap dirangkai dengan termistor . Suatu aliran udara akan menyebabkan kawat panas menjadi dingin, rangkaian elektronik akan mempertahankan temperature pada kawat panas tetap. Pada waktu yang bersamaan, rangkaian elektronik mengukur arus yang mengalir ke kawat panas dan mengeluarkan sinyal tegangan sebanding dengan aliran arus.

c. Karman Vortex

Jenis Karman Vortex terbuat dari bahan Photo Coupler (LED dan Photo Transistor). Cara kerjanya: Udara yang masuk dibuat pusaran oleh pembentuk pusaran udara dan distabilkan oleh plat penstabil pusaran udara, kemudian diukur melalui pemancar dan penerima gelombang frekuensi tinggi. Dengan sebuah pengolah sinyal, gelombang frekuensi tinggi pada bagian penerima diubah bentuknya menjadi impul tegangnan yang diterima oleh computer.

4. Manifold Absolute Pressure (MAP)

Fungsi MAP sensor adalah untuk mengetahui tekanan udara yang masuk. Sensor yang bekerja secara elektronik ini terletak pada saluran udara masuk setelah katup gas dan digunakan pada mesin injeksi jenis D-EFI. Cara kerja MAP: Piezo Resistive adalah bahan yang nilai tahanannya tergantung dari perubahan bentuk. Piezo resistive dibuat diafragma (Silicon chip) berfungsi sebagai membrane antara ruangan vacuum (0,2 bar) sebagai referensi dan ruangan yang berhubungan dengan intake manifold.

Perbedaan tekanan antara ruang vacuum dengan intake manifold berakibat perubahan lengkungan pada membrane silicon chip. Pengolah sinyal merubah menjadi tegangan sinyal. MAP sensor mengeluarkan tegangan paling tinggi ketika tekanan intake manifold adalah paling tinggi (kunci kontak “ON” mesin “MATI”, atau katup gas diinjak tiba-tiba/Accelerasi). Begitu pula sebaliknya mengeluarkan tegangan paling rendah jika terjadi decelerasi (perlambatan).

Berikut gambaran manifold absolute pressure

5. Sensor Gas Buang

Sensor ini berfungsi untuk mengetahui kerusakan pada Katalik konventer dan sebagai system closed loop A/F Rasio. Prinsip Kerjanya: Bila ada perbedaan jumlah O2 udara luar, akan terjadi beda potensial antara kedua elektroda. Tegangan maksimal 1 volt. Temperatur kerja min. 400 C.

Dengan sistem injeksi yang dikontrol secara elektronik, maka kendaraan baik motor atau mobil mampu beradaptasi untuk bekerja secara efisien dan efektif sesuai dengan kondisi lingkungan. Misalnya, berdasarkan perubahan suhu, kelembaban udara, ketinggian tempat, beban mesin atau kendaraan, kecepatan, jenis bahan bakar dan sebagainya. Untuk ini, sistem dilengkapi alat pengindera atau sensor-sensor plus saklar yang selanjutnya mengirimkan informasi ke otak mesin yang disebut Engine Control Module (ECM) atau Engine Control Unit (ECU).

Semoga artikel yang saya tulis ini dapat berguna dan bermanfaat untuk anda yang membacanya. Dan jika ada kesalahan tulisan maupun kata dari saya, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya Ahmad Iliyin mengucapkan trimakasih.

2
SHARES
The following two tabs change content below.

ahmad iliyin

nama : Ahmad iliyin status : pelajar TTL : Surakarta 07-12-1996 alamat: jl. melinjo, gang 1, desa Talang abang, RT 3 RW XI, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Latest posts by ahmad iliyin (see all)

Comments

comments